<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>

<rss version="2.0"
 xmlns:blogChannel="http://backend.userland.com/blogChannelModule"
>

<channel>
<title>stephen&#x27;s Site</title>
<link>http://stephenharbour.multiply.com/</link>
<description>Thanks for visiting my Multiply site! This is where I&#x27;m keeping all my stuff from now on, so come back whenever you want to see what&#x27;s new. Feel free to post a reply if you see something you like or just want to get in touch.</description>
<pubDate>Fri, 16 May 2008 09:01:59 -0000</pubDate>
<lastBuildDate>Wed, 14 May 2008 08:33:00 -0000</lastBuildDate>

<image>
<title>stephen&#x27;s Site</title>
<url>http://images.stephenharbour.multiply.com/logo</url>
<link>http://stephenharbour.multiply.com</link>
<width>100</width>
<height>100</height>
</image>

<item>
<title>Sixty Six</title>
<description>Bagi Bernard Rubens kecil, upacara Barmitzvah yang akan diselenggarakan untuknya adalah tonggak awal hidupnya apalagi mengingat dirinya yang jarang diperhatikan oleh orang lain termasuk kedua orang tuanya. Dalam angan Bernard, upacara batrmitzvah akan berjalan dengan sempurna dan menarik perhatian banyak orang untuk dirinya. Oleh tujuan itu Bernard mulai mempersiapkan upacara tersebut dengan detail mulai dari pidato, susunan tempat duduk undangan hingga masalah menu sajian. 

Tapi dalam kehidupan, semua tidak selalu berjalan sebagaimana direncanakan. Begitupun dengan apa yang terjadi pada Bernard menyusul peristiwa penjualan toko ayahnya dan uang simpanan yang seluruhnya hangus terbakar. Namun masalah yang paling membuat risau  Bernard adalah final piala dunia 1966 yang dilangsungkan bertepatan dengan upacara Barmitzvah. Jika Tim Nasional Inggris berhasil masuk final, dipastikan tidak akan ada yang menghadiri upacara Barmitzvah Bernard. Dengan segala daya upaya yang mampu dilakukanny...</description>
<guid isPermaLink="true">http://stephenharbour.multiply.com/reviews/item/10</guid>
<pubDate>Wed, 14 May 2008 08:33:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Love Story</title>
<description>  &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Menciptakan sebuah kisah cinta tanpa terjebak dalam sesuatu yang banal atau klise sangatlah rumit bila tidak ingin dibilang tidak mungkin. Meski sifat dasar dari cinta adalah unpredictable tapi ketika dikisahkan&#x26;nbsp; melalui berbagai medium, cinta itu tereduksi menjadi predictable. Hal ini wajar saja karena cinta adalah salah satu topik yang paling diminati dalam sejarah peradaban umat manusia. oleh sebab itu, mungkin telah tercipta ribuan atau lebih kisah cinta dimana antara satu kisah dengan kisah lainnya pada dasarnya tidak jauh berbeda. Dan kisah cinta menjadi tak ubahnya seperti produk rokok, menjadi komoditas yang paling laku dijual.&#x3C;br&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;br&#x3E;Beberapa hari lalu saya membaca novel terkenal Erich Segal berjudul Love Story. Kisah dalam novel ini dilambari dengan hal-hal klise dan sepertinya menjadi prototipe kisah cinta&#x26;nbsp; yang digambarkan dalam beberapa sinetron Indonesia : perempuan miskin dan lelaki kaya, saling jatuh cinta, bersama-sama berjuang melawan hambatan namun tanpa di...</description>
<guid isPermaLink="true">http://stephenharbour.multiply.com/journal/item/149/Love_Story</guid>
<pubDate>Sat, 10 May 2008 08:03:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Love</title>
<description>Setelah menonton film ini, satu-satunya hal yang saat ini paling ingin saya lakukan adalah menjadi seorang penjaga toko buku.</description>
<guid isPermaLink="true">http://stephenharbour.multiply.com/reviews/item/9</guid>
<pubDate>Thu, 14 Feb 2008 13:35:35 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>The Art of Controversy</title>
<description>Gila. Kemana saja selama ini saya, bisa-bisanya baru tahu ada karya bermutu dan bermanfaat seperti buku</description>
<guid isPermaLink="true">http://stephenharbour.multiply.com/reviews/item/8</guid>
<pubDate>Sat, 9 Feb 2008 01:40:18 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Hey, kamu punya tattoo ya?</title>
<description> &#x3C;br&#x3E;&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: justify;&#x22;&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: justify; font-family: trebuchet ms;&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Kenapa masih ada orang yang berpikir orang-orang yang bertattoo identik dengan seorang kriminal? Dan kenapa juga banyak para kriminal khususnya yang berkerah biru(entah bagaimana dengan kriminal kerah putih) memasang tattoo ditubuhnya?&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: justify; font-family: trebuchet ms;&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Dulu saya punya pengalaman bertemu dengan orang yang sedang diduga sebagai seorang kriminal kerah biru disebuah kantor polisi. Sekujur tangannya berhias tattoo berbentuk sesuatu yang tidak saya pahami. Menurut penalaran yang wajar, saya tahu tinta yang ia gunakan bukan tinta dengan kualitas yang baik. Duduk tidak lebih dari satu meter dengannya, saya punya kesimpulan sementara tentang alasan dia berttatoo &#x26;nbsp;: menerbitkan rasa takut. Kesimpulan sementara saya lantas berubah setelah beberapa waktu kemudian saya teringat tentang tattoo miliki Brianna Banks. Dengan tinta berkualitas dan lokasi penempatan yang berbeda ternyata tattoo tersebut tidak menerbitkan rasa takut, tapi menerbitkan sesuatu rasa yang lain.&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: justify;&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Ada masanya dulu di Indonesia ba...</description>
<guid isPermaLink="true">http://stephenharbour.multiply.com/journal/item/129/Hey_kamu_punya_tattoo_ya</guid>
<pubDate>Wed, 6 Feb 2008 18:46:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>The King Of Torts</title>
<description>Clay Carter II, Lulusan Georgetown Law School. Lima tahun sudah menjadi Public Defender lalu menjadi jenuh karena gaji minim, mobil tua dan kasus-kasus pembunuhan yang harus ditanganinya. Lebih jauh, ia telah ditagih untuk menikah oleh perempuan yang dipacarinya selama beberapa tahun. Calon mertua pun tak henti menekan, merendahkan dan meminta Clay keluar dari pekerjaannya sebagai Public Defender.

Kasus pembunuhan terakhir yang ditangani oleh Clay merubah hidupnya. Sebuah perusahaan Farmasi besar terkait dalam peristiwa pembunuhan itu dan beberapa pembunuhan lainnya. Berkat bantuan, Max Pace, orang yang secara misterius dikenalnya, Clay keluar dari kantor Public Defender, mendirikan law firm sendiri lalu dengan lekas menyelesaikan skema perdamaian antara perusahaan farmasi tersebut dan para keluarga korban pembunuhan. 

Max Pace kembali memberikan informasi-informasi kepada Clay mengenai perusahaan-perusahaan farmasi lainnya yang menjual produk yang dapat membahayakan konsumennya....</description>
<guid isPermaLink="true">http://stephenharbour.multiply.com/reviews/item/7</guid>
<pubDate>Fri, 1 Feb 2008 13:32:22 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Ohceedee</title>
<description>  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: justify;&#x22;&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: justify;&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Kumatikan kompor gas lalu aku kunci pintu-pintu. Aku sudah mematikan kompor gas dan mengunci pintu-pintu, tapi sekali lagi kumatikan kompor gas lalu aku kunci semua pintu-pintu. Aku yakin sudah mematikan kompor gas dan mengunci pintu-pintu tapi kuulangi lagi beberapa kali sampai aku tertidur dan bermimpi berulang kali mematikan kompor gas dan mengunci pintu-pintu.&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;</description>
<guid isPermaLink="true">http://stephenharbour.multiply.com/journal/item/126/Ohceedee</guid>
<pubDate>Tue, 22 Jan 2008 02:47:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Metafora? Alegori?</title>
<description>  &#x3C;p style=&#x22;text-align: justify;&#x22; class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;&#x3C;p style=&#x22;text-align: justify;&#x22; class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;Jujur saja ya, saya adalah orang yang miskin pengetahuan tentang tata bahasa. Untuk menempatkan titik dan koma saja saya masih bingung. Nah, akhir-akhir ini muncul kembali sebuah cerita pendek yang dibuat oleh Seno Gumira pada tahun 1994, berjudul &#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;Kematian Paman Gober&#x3C;/i&#x3E;. Banyak orang yang mengatakan bahwa kisah dalam cerpen tersebut adalah sebuah metafora. Sementara saya- dengan pengetahuan yang terbatas tentunya- melihat cerpen tersebut adalah sebuah alegori atau metafora yang diperluas. &#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p style=&#x22;text-align: justify;&#x22; class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;Mana yang lebih tepat? Mohon saya ini diberikan pencerahan. Terima Kasih.&#x3C;/p&#x3E;</description>
<guid isPermaLink="true">http://stephenharbour.multiply.com/journal/item/125/Metafora_Alegori</guid>
<pubDate>Wed, 16 Jan 2008 07:08:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>The Cloak ( Nikolai Gogol)</title>
<description>Sebuah link dari seorang teman mengantarkan saya kepada sebuah cerita pendek berjudul The Cloak karya penulis Rusia, Nikolai Gogol. Nama Nikolai Gogol sungguh terasa asing untuk saya; lain halnya dengan nama-nama rusia yang telah akrab di telinga seperti : Kuprin, Bakunin, Gorki, Dostoevsky, Stalin, Lenin atau Kruschev. Jika saya tidak pernah menonton The Namesake---sebuah film yang didasarkan pada novel Jhumpa Lahiri---mungkin baru kali ini saya mengetahui tentang Nikolai Gogol.

Dalam The Cloak, Gogol bercerita tentang Akakiy Akakievitch Bashmatchkins, seorang birokrat rendahan sebuah departemen di St. Petersburg. Akakiy seseorang yang punya dedikasi dan sangat mencintai pekerjaannya sehari-hari yaitu sebagai penyalin surat. Meskipun Akakiy seorang pekerja yang baik, sebagai birokrat rendahan ia tidak mendapat penghargaan dari atasannya malah ia sering mendapat celaan dari teman-teman sekerjanya dan bergaji kecil pula.

Konflik dalam The Cloak, dimulai ketika Akakiy berusaha untu...</description>
<guid isPermaLink="true">http://stephenharbour.multiply.com/reviews/item/6</guid>
<pubDate>Fri, 11 Jan 2008 09:45:13 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Lingsir Wengi</title>
<description> &#x3C;br&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: justify; font-family: arial,helvetica;&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Lingsir Wengi ialah nyanyian cinta pada malam sepi yang semakin lindap. Ya, sebuah nyanyian cinta bukan mantram ajaib pemanggil Kuntilanak. Dapatkah Kuntilanak mencinta? &#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: justify; font-family: arial,helvetica;&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Malam adalah waktu ketika cinta merintih, berteriak-teriak untuk mengusir bayang wajah yang selalu menggoda hati. Rasanya pedih meski tak selalu dibarengi rasa pahit. Sepedih hati raksasa Dasamuka saat kehilangan Shinta. Sepedih ratapan sang Prabu ditinggal mati oleh Dyah Ayu Pitaloka Citraresmi,puteri sunda cantik jelita yang bunuh diri setelah dijebak oleh patih amangkubumi. Ah tak perlu khawatir, rasanya tak akan sepahit buah Maja.&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: justify; font-family: arial,helvetica;&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Setiap malam cinta merintih lama-lama menjadi gila. Gila karena terlalu berharap pada Layla. Aku gila. Gila.Gila. Gila. Gila karena dirimu Layla. Layla.Layla. Layla. Layla. Ah Layla setiap malam aku selalu menjeritkan namamu. Layla.Layla.Layla. Layla. Layla. Yang menjawab hanya angin malam yang mengelus lembut leherku. Oh ataukah itu hanya Kuntilanak yang sedang mencoba merayu?&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E; ...</description>
<guid isPermaLink="true">http://stephenharbour.multiply.com/journal/item/124/Lingsir_Wengi</guid>
<pubDate>Tue, 8 Jan 2008 18:07:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Banjir Darah Di Borobudur</title>
<description>Banji Darah Di Borobudur adalah salah satu cerita silat karya sang legenda Asmaraman Sukowati Kho Ping Hoo. Pada masa jayanya dulu, sang legenda ini mampu membuat para pembaca merelakan sudut-sudut kamarnya untuk dipenuhi ratusan judul karya sang legenda tersebut.

Setting cerita Banjir Darah Di Borobudur dibangun pada masa dimana di Jawa Tengah berkuasa dua kerajaan besar yaitu kerajaan Syailendra dan kerajaan Mataram. Kerajaan Syailendra adalah kerajaan Buddha yang dipimpin oleh raja Samaratungga sementara kerajaan Mataram adalah kerajaan Hindu dengan rajanya yang terkenal yaitu, Prabu Sanjaya. Pada masa itu pula sering terjadi konflik antara pemeluk agama Hindu dan pemeluk agama Buddha.  Konflik inilah yang kemudian berkembang menjadi permusuhan antara kedua kerajaan. Hanya ada satu cara untuk menyelesaikan masalah ini dan menciptakan kerukunan diantara pemeluk agama Hindu dan Buddha : Perkawinan.

Kho Ping Hoo yang dengan tangkas meracik kisah sejarah dengan unsur-unsur fiktif ...</description>
<guid isPermaLink="true">http://stephenharbour.multiply.com/reviews/item/5</guid>
<pubDate>Wed, 26 Dec 2007 17:32:31 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Grrrrhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh</title>
<description>  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;a href=&#x22;/photos/hi-res/upload/RzhonAoKCoQAADW5T901&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignright&#x22; src=&#x22;http://images.stephenharbour.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/RzhonAoKCoQAADW5T901/0345418271.01.LZZZZZZZ.jpg?et=40HqHKSUUghNaFgKY1122g&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;&#x3C;p style=&#x22;text-align: justify;&#x22; class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Saya mulai ragu akan kemampuan otak saya dalam memahami teks bahasa inggris saat membaca Foucault&#x2019;s Pendulum karya Umberto Eco. Semangat membaca dan nyali perlahan memudar saat dalam lembar-lembar awal sudah diserang oleh kata-kata seperti&#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E; isochronal, sublunar, triadic, quadratic, paralellogram, astigmatic, didactic, velocipedes &#x3C;/i&#x3E;serta&#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E; obsequiously. &#x3C;/i&#x3E;Meskipun begitu, saya teramat yakin bahwa buku ini adalah sebuah karya yang sangat spesial. Hanya saja bagi orang seperti saya untuk membacanya tampaknya diperlukan dictionary dan wiki. Lanjut!!!&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;</description>
<guid isPermaLink="true">http://stephenharbour.multiply.com/journal/item/118/Grrrrhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh</guid>
<pubDate>Mon, 12 Nov 2007 14:48:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Tiga Anak Kecil </title>
<description>&#x3C;br&#x3E;Seharusnya saya mempelajari puisi ini saat Sekolah Dasar, tapi saya baru mengetahui eksistensi puisi tersebut hari ini. Sebuah puisi singkat tapi jika dikaitkan dengan tahun pembuatannya, maknanya sangat luas.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br style=&#x22;color: rgb(255, 0, 0);&#x22;&#x3E;&#x3C;font style=&#x22;color: rgb(255, 0, 0);&#x22; size=&#x22;5&#x22;&#x3E;KARANGAN BUNGA&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Tiga anak kecil&#x3C;br&#x3E;Dalam langkah malu-malu&#x3C;br&#x3E;Datang ke Salemba &#x3C;br&#x3E;sore itu&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Ini dari kami bertiga&#x3C;br&#x3E;Pita hitam pada&#x26;nbsp; karangan bunga&#x3C;br&#x3E;Sebab kami ikut berduka&#x3C;br&#x3E;Pada kakak yang ditembak mati&#x3C;br&#x3E;Siang tadi &#x3C;br&#x3E;-Taufik Ismail, 1966-&#x3C;br&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;</description>
<guid isPermaLink="true">http://stephenharbour.multiply.com/journal/item/117/Tiga_Anak_Kecil_</guid>
<pubDate>Tue, 6 Nov 2007 15:20:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Love Story</title>
<description>   &#x3C;p style=&#x22;font-style: italic;&#x22; class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Tidakkah kamu merasa lelah setelah lebih dari 50 tahun &#x26;nbsp;mencintaiku?. Tapi kamu masih saja melakukan ritual itu. Selalu tersenyum dan mengecup pipiku sebelum aku tertidur. &#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Disini aku baik-baik saja. Kamu tidak perlu datang lagi. Istirahat saja disana, sebentar lagi&#x26;nbsp; mungkin aku akan menyusul kamu.&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;*&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;This is true story but not mine...&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;</description>
<guid isPermaLink="true">http://stephenharbour.multiply.com/journal/item/113/Love_Story</guid>
<pubDate>Wed, 12 Sep 2007 14:34:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Radio Pantura</title>
<description>&#x3C;br&#x3E;Pengalaman melewati jalur PANTURA pagi ini mengajarkan saya satu hal, jangan melewati daerah ini jika sistem audio (Tape, Cd, MP3) mobil anda rusak. Kasihan telinga anda disuguhi musik-musik dangdut dari Radio dengan bahasa yang sulit diidentifikasi, apakah bahasa Sunda atau bahasa Jawa. :(&#x3C;br&#x3E;</description>
<guid isPermaLink="true">http://stephenharbour.multiply.com/journal/item/112/Radio_Pantura</guid>
<pubDate>Sat, 11 Aug 2007 06:30:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Glory</title>
<description>Glory menceritakan tentang resimen kulit hitam pertama yang dibentuk di Amerika pada saat terjadi perang saudara yang dilatih oleh seorang kolonel kulit putih. Saya tidak ingin menceritakan bagian-bagian film itu disini, tapi yang jelas film ini menjadi salah satu film terbaik yang pernah saya tonton. Film ini ternyata garapan salah satu sutradara favorit saya,Edward Zwick pada tahun 1989. Anda tahu sendirilah bagaimana Edward Zwick membangun emosi jika anda sudah menyaksikan Legend of  the Fall atau The Last Samurai.</description>
<guid isPermaLink="true">http://stephenharbour.multiply.com/reviews/item/4</guid>
<pubDate>Tue, 7 Aug 2007 13:05:59 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Idiots</title>
<description>&#x3C;br&#x3E;Hari Sabtu kemarin, salah satu teman baik saya sejak taman kanak-kanak melangsungkan pernikahan. Entah apa pertimbangannya untuk menikah dalam usia yang sangat muda. Belum ada 25 tahun usianya.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Karena tempat acara pernikahan sangat jauh, di daerah Banten Selatan, maka saya dan teman-teman lainnya sepakat untuk berangkat bersama-sama. Pukul 02.30 dini hari saya sudah dibangunkan oleh salah seorang teman saya, ia memberi tahu bahwa saya akan dijemput pukul 05.30. Lebih dari 15 tahun saya berteman dengan orang-orang ini, saya tahu mereka tidak pernah berubah, selalu saja telat dan begitupun dengan saya, selalu siap 30 menit dari waktu yang telah ditentukan meskipun saya tahu mereka pasti telat. Mereka baru hadir menjemput didepan rumah saya pukul 06.30. Lumayan pikir saya, hanya telat 1 jam.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Perjalanan menuju Banten Selatan sangat menyenangkan, secara saya tidak kebagian tugas untuk menyetir. Sudah lama sekali sejak terakhir kali saya menikmati pegunungan dan hijaunya tanaman padi, sementar...</description>
<guid isPermaLink="true">http://stephenharbour.multiply.com/journal/item/111/Idiots</guid>
<pubDate>Mon, 6 Aug 2007 12:01:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Sendirian saja</title>
<description>&#x3C;br&#x3E;jika saya mengalami ejekan dari teman-teman dan mbak-mbak penjaga tiket 21 kalo nonton seorang diri, apa jadinya saya jika menikmati shisa seorang diri?&#x3C;br&#x3E;</description>
<guid isPermaLink="true">http://stephenharbour.multiply.com/journal/item/110/Sendirian_saja</guid>
<pubDate>Thu, 2 Aug 2007 08:51:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Ready or Not...</title>
<description> Tolong yaa...saya didoakan untuk besok...saya takut, sungguh deh... terima kasih...</description>
<guid isPermaLink="true">http://stephenharbour.multiply.com/journal/item/109/Ready_or_Not...</guid>
<pubDate>Wed, 25 Jul 2007 14:18:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Fiuhh...</title>
<description>&#x3C;br&#x3E;Oh God...I can&#x27;t breath...&#x3C;br&#x3E;</description>
<guid isPermaLink="true">http://stephenharbour.multiply.com/journal/item/108/Fiuhh...</guid>
<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 11:10:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Deleuzian Nation</title>
<description>&#x3C;br&#x3E;Sebuah bagian singkat dari dialog panjang antara saya dan teman saya sore tadi di smoking area PIM 2,&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Dia : Bagaimana kalo selama enam tahun ini, ternyata diri gue cuma halusinasi elo aja?&#x3C;br style=&#x22;font-style: italic;&#x22;&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Saya : Hah? maksudnya? &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Dia : Maksudnya ya begitu...bagaimana kalo ternyata diri gue tidak benar-benar ada..cuma&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp; halusinasi elo aja..&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Saya : Oh ya bagus..mungkin hidup gue akan jauh lebih baik saat gue sadar kalo elo ternyata cuma halusinasi aja...selama ini elo udah jadi mimpi buruk gue tuh..&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Dia: Hahahaha....&#x3C;br&#x3E;</description>
<guid isPermaLink="true">http://stephenharbour.multiply.com/journal/item/107/Deleuzian_Nation</guid>
<pubDate>Mon, 9 Jul 2007 16:17:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Pilih!!!!!!</title>
<description>&#x3C;br&#x3E;Pilihan yang ada hanya mati atau menjadi gila...tetapi untuk apa tetap hidup jika dipenjara dalam kegilaan...Saya harus memilih, hari ini juga...&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br style=&#x22;font-style: italic;&#x22;&#x3E;* I need a Divine Intervention. Deus ex Machina. Miraculus. please.&#x3C;br&#x3E;</description>
<guid isPermaLink="true">http://stephenharbour.multiply.com/journal/item/106/Pilih</guid>
<pubDate>Tue, 3 Jul 2007 05:02:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Insom...</title>
<description> &#x3C;br&#x3E;&#x3C;font style=&#x22;font-style: italic;&#x22; size=&#x22;5&#x22;&#x3E;Tiga gelas kopi untuk satu mulut. Dentum-dentum musik mesin diputar berulang-ulang, menyerang dua daun telinga yang mungkin saja sudah kelelahan. Saya tidak bisa tidur. Apakah saya serbuk kopi? ataukah saya sebuah mesin?&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E; </description>
<guid isPermaLink="true">http://stephenharbour.multiply.com/journal/item/105/Insom...</guid>
<pubDate>Mon, 25 Jun 2007 18:57:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Takutakutakut</title>
<description> &#x3C;br&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Rasa takut adalah iblis penghisap melatonin. Air liurnya berupa Epinephrine yang tak henti membanjiri lambung, lalu memaksa jantung anda untuk berdetak lebih cepat dari biasanya. Begitu cepatnya ia berdetak hingga anda tak dapat&#x26;nbsp; merasa atau menghitung&#x26;nbsp; lagi&#x26;nbsp; detakannya, hanya ada satu pertanyaan yang muncul tiba-tiba, apakah anda sudah mati ataukah&#x26;nbsp; masih hidup? Begitupun dengan&#x26;nbsp; nafas&#x26;nbsp; anda yang&#x26;nbsp; mengikuti irama jantung anda. Cepat. Terlalu cepat bahkan hingga membuat anda lemas. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Ironisnya, rasa takut, sang iblis penghisap melatonin hanya hadir ketika harapan, sang malaikat pemberi hidup singgah didalam diri anda.&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E; The fear is coming clear&#x3C;br style=&#x22;font-style: italic;&#x22;&#x3E; My dear&#x3C;br style=&#x22;font-style: italic;&#x22;&#x3E; The fear is here&#x3C;br&#x3E;The Fear - Travis &#x3C;br&#x3E;</description>
<guid isPermaLink="true">http://stephenharbour.multiply.com/journal/item/104/Takutakutakut</guid>
<pubDate>Mon, 25 Jun 2007 17:08:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Coffee????</title>
<description>     &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: justify;&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;5 tahun telah berlalu. aku, kamu dan kedai kopi itu, tempat kita pertama bertemu. 5 tahun lalu aku masih seorang kutu buku sedang kamu seorang penulis yang kaku. &#x26;nbsp;Aku bilang kamu secantik Simone dan kamu bilang aku mirip Sartre, aku tahu kamu sedang menipu dan kamu pasti tahu aku seorang perayu.&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;      &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: justify;&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Kamu penggila espresso dan aku hanya sanggup capuccino saja. &#x26;nbsp;Di kedai itu aku dan kamu berbagi imajinasi, tak jarang pula bertukar ragu. Di kedai itu, &#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;eureka&#x3C;/i&#x3E;, aku menemukan rumus yang kucari bertahun-tahun saat melihat kamu mengaduk espresso sedangkan kamu tak sengaja menemukan &#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;ending&#x3C;/i&#x3E; yang tepat untuk novel yang sedang kamu susun, &#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;Deus ex machina&#x3C;/i&#x3E;. Aku dan kamu membuat sebuah alur. 4 jam dalam sehari di kedai itu dan 1 jam di tempatmu. Selalu begitu alurnya, tak pernah berubah. Kamu tak pernah mau singgah ke tempatku.&#x3C;br&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;      &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: justify;&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Kedai itu tahun lalu harus digusur, diganti kedai yang lebih modern milik seorang pemilik modal dari negeri seberang.&#x26;nbsp; Kamu pernah bilang padak...</description>
<guid isPermaLink="true">http://stephenharbour.multiply.com/journal/item/103/Coffee</guid>
<pubDate>Sun, 24 Jun 2007 16:55:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Hujan Melulu</title>
<description>   &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: justify;&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Pernahkah anda ingin berlari keluar dari tempat anda berteduh saat hujan?lalu anda persilahkan hujan dengan bebas menyentuh seluruh tubuh anda dengan lembut. Dengan tenang anda menikmati setiap tetes yang meresap ke pori-pori kulit anda dan membayangkan ia menyucikan setiap sudut tubuh anda sembari berharap ia menghapus semua rasa kesal, sedih atau rasa sakit yang terlalu menguasai diri anda. Anda boleh menari bersama atau mungkin anda lebih suka menangis dengannya, tapi pada akhirnya anda akan selalu tersenyum.&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: justify;&#x22;&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: justify;&#x22;&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;</description>
<guid isPermaLink="true">http://stephenharbour.multiply.com/journal/item/102/Hujan_Melulu</guid>
<pubDate>Thu, 21 Jun 2007 17:05:00 -0000</pubDate>
</item>

</channel>
</rss>