stephen's Site

Solitary Confinement

Blog EntryLove StoryMay 10, '08 4:03 AM
for everyone


Menciptakan sebuah kisah cinta tanpa terjebak dalam sesuatu yang banal atau klise sangatlah rumit bila tidak ingin dibilang tidak mungkin. Meski sifat dasar dari cinta adalah unpredictable tapi ketika dikisahkan  melalui berbagai medium, cinta itu tereduksi menjadi predictable. Hal ini wajar saja karena cinta adalah salah satu topik yang paling diminati dalam sejarah peradaban umat manusia. oleh sebab itu, mungkin telah tercipta ribuan atau lebih kisah cinta dimana antara satu kisah dengan kisah lainnya pada dasarnya tidak jauh berbeda. Dan kisah cinta menjadi tak ubahnya seperti produk rokok, menjadi komoditas yang paling laku dijual.
 
Beberapa hari lalu saya membaca novel terkenal Erich Segal berjudul Love Story. Kisah dalam novel ini dilambari dengan hal-hal klise dan sepertinya menjadi prototipe kisah cinta  yang digambarkan dalam beberapa sinetron Indonesia : perempuan miskin dan lelaki kaya, saling jatuh cinta, bersama-sama berjuang melawan hambatan namun tanpa diduga-duga salah satu pihak sakit keras dan kemudian tewas meninggalkan pasangannya. Lalu air matapun mengalir. kisah cinta yang berakhir dalam tragedi adalah kisah cinta yang paling banyak dipuja dan dirayakan oleh umat manusia. Kisah cinta telah berubah menjadi sebuah mesin tragedi yang memikat. Pertanyaan yang muncul adalah : apakah manusia mencintai cinta atau mencintai tragedi? 

Balik lagi ke novel Erich Segal. Walau dipenuhi dengan hal-hal klise ternyata Erich  Segal piawai dalam menghadirkan dialog-dialog yang sangat menarik, lugas dan memikat hingga saya "terpaksa" membaca novel tersebut sampai habis. Hal ini mengingatkan saya pada fakta bahwa hampit tidak mungkin membuat kisah cinta yang seratus persen original tanpa memasukan hal-hal klise atau banal, oleh sebab itu kisah tersebut harus diberikan "bungkus" yang menarik. Contoh kisah yang menurut selera saya " dibungkus" dengan menarik  itu misalnya bisa dilihat dalam The Time Machine- H. G Wells dan The Time Travellers Wife - Audrey Niffenegger.

Saya kemudian berpikir dan menemukan pertanyaan :  apakah dengan ramainya lalu lintas kisah cinta yang berjejalan dan dikonsumsi secara terus-menerus menunjukkan semangat umat manusia dalam mencari dan menemukan esensi tertinggi dari cinta? ataukah hanya bentuk ketidakberdayaan umat manusia yang terjebak dalam hiperrealitas?

 

Blog EntryHey, kamu punya tattoo ya?Feb 6, '08 1:46 PM
for everyone

Kenapa masih ada orang yang berpikir orang-orang yang bertattoo identik dengan seorang kriminal? Dan kenapa juga banyak para kriminal khususnya yang berkerah biru(entah bagaimana dengan kriminal kerah putih) memasang tattoo ditubuhnya?

Dulu saya punya pengalaman bertemu dengan orang yang sedang diduga sebagai seorang kriminal kerah biru disebuah kantor polisi. Sekujur tangannya berhias tattoo berbentuk sesuatu yang tidak saya pahami. Menurut penalaran yang wajar, saya tahu tinta yang ia gunakan bukan tinta dengan kualitas yang baik. Duduk tidak lebih dari satu meter dengannya, saya punya kesimpulan sementara tentang alasan dia berttatoo  : menerbitkan rasa takut. Kesimpulan sementara saya lantas berubah setelah beberapa waktu kemudian saya teringat tentang tattoo miliki Brianna Banks. Dengan tinta berkualitas dan lokasi penempatan yang berbeda ternyata tattoo tersebut tidak menerbitkan rasa takut, tapi menerbitkan sesuatu rasa yang lain.

Ada masanya dulu di Indonesia banyak orang bertattoo jadi korban extra-judicial killings. Tubuh-tubuh bertattoo bergelimpang di pinggir jalan tanpa identitas. Jumlah korban kalau menurut Amnesty International diperkirakan mencapai ribuan orang. Hanya sedikit orang yang peduli karena toh mereka telah dianggap sebagai kriminal yang meresahkan dan atas nama  keamanan umum perlu dimusnahkan. Necessary evil kata orang jaman sekarang. Pelakunya masih gelap, segelap pengetahuan saya tentang tattoo dan tentang alasan mereka yang memakainya.


Blog EntryOhceedeeJan 21, '08 9:47 PM
for everyone


Kumatikan kompor gas lalu aku kunci pintu-pintu. Aku sudah mematikan kompor gas dan mengunci pintu-pintu, tapi sekali lagi kumatikan kompor gas lalu aku kunci semua pintu-pintu. Aku yakin sudah mematikan kompor gas dan mengunci pintu-pintu tapi kuulangi lagi beberapa kali sampai aku tertidur dan bermimpi berulang kali mematikan kompor gas dan mengunci pintu-pintu.


Blog EntryMetafora? Alegori?Jan 16, '08 2:08 AM
for everyone


Jujur saja ya, saya adalah orang yang miskin pengetahuan tentang tata bahasa. Untuk menempatkan titik dan koma saja saya masih bingung. Nah, akhir-akhir ini muncul kembali sebuah cerita pendek yang dibuat oleh Seno Gumira pada tahun 1994, berjudul Kematian Paman Gober. Banyak orang yang mengatakan bahwa kisah dalam cerpen tersebut adalah sebuah metafora. Sementara saya- dengan pengetahuan yang terbatas tentunya- melihat cerpen tersebut adalah sebuah alegori atau metafora yang diperluas.

Mana yang lebih tepat? Mohon saya ini diberikan pencerahan. Terima Kasih.


Blog EntryLingsir WengiJan 8, '08 1:07 PM
for everyone

Lingsir Wengi ialah nyanyian cinta pada malam sepi yang semakin lindap. Ya, sebuah nyanyian cinta bukan mantram ajaib pemanggil Kuntilanak. Dapatkah Kuntilanak mencinta?

Malam adalah waktu ketika cinta merintih, berteriak-teriak untuk mengusir bayang wajah yang selalu menggoda hati. Rasanya pedih meski tak selalu dibarengi rasa pahit. Sepedih hati raksasa Dasamuka saat kehilangan Shinta. Sepedih ratapan sang Prabu ditinggal mati oleh Dyah Ayu Pitaloka Citraresmi,puteri sunda cantik jelita yang bunuh diri setelah dijebak oleh patih amangkubumi. Ah tak perlu khawatir, rasanya tak akan sepahit buah Maja.

Setiap malam cinta merintih lama-lama menjadi gila. Gila karena terlalu berharap pada Layla. Aku gila. Gila.Gila. Gila. Gila karena dirimu Layla. Layla.Layla. Layla. Layla. Ah Layla setiap malam aku selalu menjeritkan namamu. Layla.Layla.Layla. Layla. Layla. Yang menjawab hanya angin malam yang mengelus lembut leherku. Oh ataukah itu hanya Kuntilanak yang sedang mencoba merayu?

Layla tak kan mampu aku membangun seribu candi untukmu.Tapi kan kubangun satu candi dari tubuhmu. Temani aku untuk bernyanyi nyanyian cinta pada malam sepi yang semakin lindap.

Malam masih saja seperti dulu. Seperti juga cinta. Datang tak perlu dijemput, pulang juga tak perlu diantar. Tak seperti kuntilanak!.



Blog EntryGrrrrhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhNov 12, '07 9:48 AM
for everyone

Saya mulai ragu akan kemampuan otak saya dalam memahami teks bahasa inggris saat membaca Foucault’s Pendulum karya Umberto Eco. Semangat membaca dan nyali perlahan memudar saat dalam lembar-lembar awal sudah diserang oleh kata-kata seperti isochronal, sublunar, triadic, quadratic, paralellogram, astigmatic, didactic, velocipedes serta obsequiously. Meskipun begitu, saya teramat yakin bahwa buku ini adalah sebuah karya yang sangat spesial. Hanya saja bagi orang seperti saya untuk membacanya tampaknya diperlukan dictionary dan wiki. Lanjut!!!


Blog EntryTiga Anak Kecil Nov 6, '07 10:20 AM
for everyone

Seharusnya saya mempelajari puisi ini saat Sekolah Dasar, tapi saya baru mengetahui eksistensi puisi tersebut hari ini. Sebuah puisi singkat tapi jika dikaitkan dengan tahun pembuatannya, maknanya sangat luas.


KARANGAN BUNGA

Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke Salemba
sore itu

Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada  karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Pada kakak yang ditembak mati
Siang tadi
-Taufik Ismail, 1966-

Blog EntryLove StorySep 12, '07 10:34 AM
for everyone

Tidakkah kamu merasa lelah setelah lebih dari 50 tahun  mencintaiku?. Tapi kamu masih saja melakukan ritual itu. Selalu tersenyum dan mengecup pipiku sebelum aku tertidur.

Disini aku baik-baik saja. Kamu tidak perlu datang lagi. Istirahat saja disana, sebentar lagi  mungkin aku akan menyusul kamu.


*This is true story but not mine...





Blog EntryRadio PanturaAug 11, '07 2:30 AM
for everyone

Pengalaman melewati jalur PANTURA pagi ini mengajarkan saya satu hal, jangan melewati daerah ini jika sistem audio (Tape, Cd, MP3) mobil anda rusak. Kasihan telinga anda disuguhi musik-musik dangdut dari Radio dengan bahasa yang sulit diidentifikasi, apakah bahasa Sunda atau bahasa Jawa. :(

Blog EntryIdiotsAug 6, '07 8:01 AM
for everyone

Hari Sabtu kemarin, salah satu teman baik saya sejak taman kanak-kanak melangsungkan pernikahan. Entah apa pertimbangannya untuk menikah dalam usia yang sangat muda. Belum ada 25 tahun usianya.

Karena tempat acara pernikahan sangat jauh, di daerah Banten Selatan, maka saya dan teman-teman lainnya sepakat untuk berangkat bersama-sama. Pukul 02.30 dini hari saya sudah dibangunkan oleh salah seorang teman saya, ia memberi tahu bahwa saya akan dijemput pukul 05.30. Lebih dari 15 tahun saya berteman dengan orang-orang ini, saya tahu mereka tidak pernah berubah, selalu saja telat dan begitupun dengan saya, selalu siap 30 menit dari waktu yang telah ditentukan meskipun saya tahu mereka pasti telat. Mereka baru hadir menjemput didepan rumah saya pukul 06.30. Lumayan pikir saya, hanya telat 1 jam.

Perjalanan menuju Banten Selatan sangat menyenangkan, secara saya tidak kebagian tugas untuk menyetir. Sudah lama sekali sejak terakhir kali saya menikmati pegunungan dan hijaunya tanaman padi, sementara teman saya yang menyetir tampaknya kebingungan dengan arah jalan yang cukup rumit.

Saya tidak akan bercerita tentang jalannya acara pernikahan. Inti cerita postingan ini sebenarnya adalah kisah tentang perjalanan pulang dari tempat pernikahan teman saya. Oke, jadi sedikit berimprovisasi, saya dan teman-teman memutuskan untuk pulang lewat jalur yang berbeda. Tanpa sebuah peta, dan hanya berbekal sedikit cerita dan feeling tentunya, kami mengambil jalur alternatif untuk pulang. Ternyata setelah melewati daerah-daerah tak dikenal bisa tembus juga sampai pantai Anyer.

Saya dan teman-teman memilih salah satu pantai disana untuk singgah. Semuanya masih berpakaian rapi. Ada yang pake batik, kemeja lengan panjang, celana bahan plus sepatu pantofel. Tidak ada satupun yang membawa pakaian ganti, karena tadinya memang tidak rencana sama sekali untuk ke Anyer. Yaudah jadinya maen-maen di pinggir pantai siang-siang dgn pakaian  lengkap plus sepatu pantofel yang enggan dilepas karena pasir terasa sangat panas. Entah apa yang ada di pikiran orang-orang yang melihat kami, karena pantai sedang ramai saat itu. Salah satu teman saya tampaknya menyadari bahwa banyak orang melihat kearah kami, diambilnya sweater didalam mobil, lalu dikenakannya untuk menutupi kemeja panjang yang sedang dipakainya lalu kembali bermain-main di pinggir pantai. Sumpah Idiot abis. Tapi semuanya sangat menyenangkan. Besok-besok mungkin saya akan jarang sekali bertemu dengan mereka.



Blog EntrySendirian sajaAug 2, '07 4:51 AM
for everyone

jika saya mengalami ejekan dari teman-teman dan mbak-mbak penjaga tiket 21 kalo nonton seorang diri, apa jadinya saya jika menikmati shisa seorang diri?

Blog EntryReady or Not...Jul 25, '07 10:18 AM
for everyone
Tolong yaa...saya didoakan untuk besok...saya takut, sungguh deh... terima kasih...

Blog EntryFiuhh...Jul 15, '07 7:10 AM
for everyone

Oh God...I can't breath...

Blog EntryDeleuzian NationJul 9, '07 12:17 PM
for everyone

Sebuah bagian singkat dari dialog panjang antara saya dan teman saya sore tadi di smoking area PIM 2,

Dia : Bagaimana kalo selama enam tahun ini, ternyata diri gue cuma halusinasi elo aja?

Saya : Hah? maksudnya?

Dia : Maksudnya ya begitu...bagaimana kalo ternyata diri gue tidak benar-benar ada..cuma    halusinasi elo aja..

Saya : Oh ya bagus..mungkin hidup gue akan jauh lebih baik saat gue sadar kalo elo ternyata cuma halusinasi aja...selama ini elo udah jadi mimpi buruk gue tuh..

Dia: Hahahaha....

Blog EntryPilih!!!!!!Jul 3, '07 1:02 AM
for everyone

Pilihan yang ada hanya mati atau menjadi gila...tetapi untuk apa tetap hidup jika dipenjara dalam kegilaan...Saya harus memilih, hari ini juga...


* I need a Divine Intervention. Deus ex Machina. Miraculus. please.

Blog EntryInsom...Jun 25, '07 2:57 PM
for everyone

Tiga gelas kopi untuk satu mulut. Dentum-dentum musik mesin diputar berulang-ulang, menyerang dua daun telinga yang mungkin saja sudah kelelahan. Saya tidak bisa tidur. Apakah saya serbuk kopi? ataukah saya sebuah mesin?

Blog EntryTakutakutakutJun 25, '07 1:08 PM
for everyone

Rasa takut adalah iblis penghisap melatonin. Air liurnya berupa Epinephrine yang tak henti membanjiri lambung, lalu memaksa jantung anda untuk berdetak lebih cepat dari biasanya. Begitu cepatnya ia berdetak hingga anda tak dapat  merasa atau menghitung  lagi  detakannya, hanya ada satu pertanyaan yang muncul tiba-tiba, apakah anda sudah mati ataukah  masih hidup? Begitupun dengan  nafas  anda yang  mengikuti irama jantung anda. Cepat. Terlalu cepat bahkan hingga membuat anda lemas.

Ironisnya, rasa takut, sang iblis penghisap melatonin hanya hadir ketika harapan, sang malaikat pemberi hidup singgah didalam diri anda.


The fear is coming clear
My dear
The fear is here
The Fear - Travis

Blog EntryCoffee????Jun 24, '07 12:55 PM
for everyone

5 tahun telah berlalu. aku, kamu dan kedai kopi itu, tempat kita pertama bertemu. 5 tahun lalu aku masih seorang kutu buku sedang kamu seorang penulis yang kaku.  Aku bilang kamu secantik Simone dan kamu bilang aku mirip Sartre, aku tahu kamu sedang menipu dan kamu pasti tahu aku seorang perayu.

Kamu penggila espresso dan aku hanya sanggup capuccino saja.  Di kedai itu aku dan kamu berbagi imajinasi, tak jarang pula bertukar ragu. Di kedai itu, eureka, aku menemukan rumus yang kucari bertahun-tahun saat melihat kamu mengaduk espresso sedangkan kamu tak sengaja menemukan ending yang tepat untuk novel yang sedang kamu susun, Deus ex machina. Aku dan kamu membuat sebuah alur. 4 jam dalam sehari di kedai itu dan 1 jam di tempatmu. Selalu begitu alurnya, tak pernah berubah. Kamu tak pernah mau singgah ke tempatku.
 

Kedai itu tahun lalu harus digusur, diganti kedai yang lebih modern milik seorang pemilik modal dari negeri seberang.  Kamu pernah bilang padaku untuk tidak mengunjungi kedai yang baru. Kamu bilang terlalu banyak perempuan cantik berkeliaran di kedai yang baru. Aku 5 jam sehari di kedai yang baru, bersama perempuan yang juga baru dan kamu, aku tidak tahu kamu dimana....


Dahulu- The Groove


Blog EntryHujan MeluluJun 21, '07 1:05 PM
for everyone

Pernahkah anda ingin berlari keluar dari tempat anda berteduh saat hujan?lalu anda persilahkan hujan dengan bebas menyentuh seluruh tubuh anda dengan lembut. Dengan tenang anda menikmati setiap tetes yang meresap ke pori-pori kulit anda dan membayangkan ia menyucikan setiap sudut tubuh anda sembari berharap ia menghapus semua rasa kesal, sedih atau rasa sakit yang terlalu menguasai diri anda. Anda boleh menari bersama atau mungkin anda lebih suka menangis dengannya, tapi pada akhirnya anda akan selalu tersenyum.





Blog EntryPerempuan Pelangi Jun 17, '07 12:30 PM
for everyone

Perempuan malang, senja tadi ia ditelan bulat-bulat oleh pelangi. Tidak seperti malam yang senantiasa menyeret dan menerkam manusia dengan taringnya yang tajam, pelangi tak memiliki satupun taring dimulutnya yang sebesar betis langit. Bibirnya pun tak lebih tajam dari pisau tukang cukur. Maukah engkau bercukur dengan bibir pelangi?


Di dalam lambung pelangi suasana sangat ramai seperti panen raya ditengah kota. Ia melihat taman bermain dalam lambung pelangi. Ada gurita raksasa yang sedang membacakan dongeng kepada sekerumunan anak kecil. Tak lama kerumunan anak kecil itu pun tertidur pulas dalam dekapan gurita. Hanya perempuan malang itu saja yang masih terjaga. Ditelan oleh pelangi rasanya seperti meminum kopi dari serbuk kayu, terasa di perut dan matanya ada tukang kayu yang sedang sibuk menggergaji. Perempuan malang itu tersenyum. Esok ia ingin ikut bermain dengan anak-anak kecil dan mungkin ikut membantu gurita membacakan dongeng atau mungkin juga ia akan mengajarkan mereka untuk bernyanyi. Tapi bisakah gurita raksasa itu ikut bernyanyi bersama?
 

Perempuan malang, senja tadi pelangi memuntahkan tubuhnya dipinggiran rel kereta api. Nyaris saja tubuhnya ditelan oleh kereta  api. Ada apakah didalam lambung kereta? Perempuan malang itu berpikir keras.  Apakah ada gurita raksasa dan anak-anak kecil? Ataukah hanya ada perempuan-perempuan seperti dirinya yang dimuntahkan oleh pelangi lalu ditelan oleh kereta api?


Perempuan malang, setelah ditelan pelangi kulitnya tidak putih seperti dulu. Terkadang warnanya merah, terkadang kuning, hijau  dan bisa juga berwarna hitam seperti gurita yang dulu ia lihat didalam lambung pelangi. Penduduk yang tinggal di sekitar pinggiran rel kereta menyebutnya perempuan pelangi. Bukan karena kulitnya yang kerap berganti warna seperti warna pelangi, tapi karena perempuan itu sering menyanyikan sebuah lagu tentang pelangi. Anak-anak kecil betah berlama-lama mendengarkan perempuan malang itu bernyanyi. Tapi bukan karena suara perempuan malang itu yang merdu. Anak-anak begitu terpaku ketika melihat dua bola mata perempuan itu. Didalamnya ada gurita raksasa yang sedang mendongeng.

Apakah gurita raksasa ikut bernyanyi bersama?


Pelangi..pelangi...alangkah indahmu...

*im sick..whatever...

pic taken from : flickr.com/photos/jerikojosh/234415273/


Pages:12345
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help