5 tahun telah berlalu. aku, kamu dan kedai kopi itu, tempat kita pertama bertemu. 5 tahun lalu aku masih seorang kutu buku sedang kamu seorang penulis yang kaku. Aku bilang kamu secantik Simone dan kamu bilang aku mirip Sartre, aku tahu kamu sedang menipu dan kamu pasti tahu aku seorang perayu.
Kamu penggila espresso dan aku hanya sanggup capuccino saja. Di kedai itu aku dan kamu berbagi imajinasi, tak jarang pula bertukar ragu. Di kedai itu, eureka, aku menemukan rumus yang kucari bertahun-tahun saat melihat kamu mengaduk espresso sedangkan kamu tak sengaja menemukan ending yang tepat untuk novel yang sedang kamu susun, Deus ex machina. Aku dan kamu membuat sebuah alur. 4 jam dalam sehari di kedai itu dan 1 jam di tempatmu. Selalu begitu alurnya, tak pernah berubah. Kamu tak pernah mau singgah ke tempatku.
Kedai itu tahun lalu harus digusur, diganti kedai yang lebih modern milik seorang pemilik modal dari negeri seberang. Kamu pernah bilang padaku untuk tidak mengunjungi kedai yang baru. Kamu bilang terlalu banyak perempuan cantik berkeliaran di kedai yang baru. Aku 5 jam sehari di kedai yang baru, bersama perempuan yang juga baru dan kamu, aku tidak tahu kamu dimana....
Dahulu- The Groove