Kenapa masih ada orang yang berpikir orang-orang yang bertattoo identik dengan seorang kriminal? Dan kenapa juga banyak para kriminal khususnya yang berkerah biru(entah bagaimana dengan kriminal kerah putih) memasang tattoo ditubuhnya?
Dulu saya punya pengalaman bertemu dengan orang yang sedang diduga sebagai seorang kriminal kerah biru disebuah kantor polisi. Sekujur tangannya berhias tattoo berbentuk sesuatu yang tidak saya pahami. Menurut penalaran yang wajar, saya tahu tinta yang ia gunakan bukan tinta dengan kualitas yang baik. Duduk tidak lebih dari satu meter dengannya, saya punya kesimpulan sementara tentang alasan dia berttatoo : menerbitkan rasa takut. Kesimpulan sementara saya lantas berubah setelah beberapa waktu kemudian saya teringat tentang tattoo miliki Brianna Banks. Dengan tinta berkualitas dan lokasi penempatan yang berbeda ternyata tattoo tersebut tidak menerbitkan rasa takut, tapi menerbitkan sesuatu rasa yang lain.
Ada masanya dulu di Indonesia banyak orang bertattoo jadi korban extra-judicial killings. Tubuh-tubuh bertattoo bergelimpang di pinggir jalan tanpa identitas. Jumlah korban kalau menurut Amnesty International diperkirakan mencapai ribuan orang. Hanya sedikit orang yang peduli karena toh mereka telah dianggap sebagai kriminal yang meresahkan dan atas nama keamanan umum perlu dimusnahkan. Necessary evil kata orang jaman sekarang. Pelakunya masih gelap, segelap pengetahuan saya tentang tattoo dan tentang alasan mereka yang memakainya.