stephen's Site

ReviewReviewReviewReviewSixty SixMay 14, '08 4:33 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Drama
Bagi Bernard Rubens kecil, upacara Barmitzvah yang akan diselenggarakan untuknya adalah tonggak awal hidupnya apalagi mengingat dirinya yang jarang diperhatikan oleh orang lain termasuk kedua orang tuanya. Dalam angan Bernard, upacara batrmitzvah akan berjalan dengan sempurna dan menarik perhatian banyak orang untuk dirinya. Oleh tujuan itu Bernard mulai mempersiapkan upacara tersebut dengan detail mulai dari pidato, susunan tempat duduk undangan hingga masalah menu sajian.

Tapi dalam kehidupan, semua tidak selalu berjalan sebagaimana direncanakan. Begitupun dengan apa yang terjadi pada Bernard menyusul peristiwa penjualan toko ayahnya dan uang simpanan yang seluruhnya hangus terbakar. Namun masalah yang paling membuat risau Bernard adalah final piala dunia 1966 yang dilangsungkan bertepatan dengan upacara Barmitzvah. Jika Tim Nasional Inggris berhasil masuk final, dipastikan tidak akan ada yang menghadiri upacara Barmitzvah Bernard. Dengan segala daya upaya yang mampu dilakukannya, Bernard mencoba membuat Tim Nasional Inggris gagal masuk final piala dunia misalnya dengan mantera-mantera yang ditujukan kepada pelatih dan para pemain.

Sejak awal film sederhana ini sudah membuat saya tertawa terpingkal-pingkal dan juga.....sedih apalagi didukung pula dengan akting yang memikat dari para pemainnya. Selain itu ada beberapa pelajaran penting tentang hidup yang bisa diambil dari film ini.

Lantas apakah Inggris masuk final piala dunia 1966?Sebagaimana yang semua orang tahu, Inggris tak hanya masuk final, tapi juga menang 4-2 melawan Jerman Barat!!!

ReviewReviewLoveFeb 14, '08 8:35 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Romance
Setelah menonton film ini, satu-satunya hal yang saat ini paling ingin saya lakukan adalah menjadi seorang penjaga toko buku.

ReviewReviewReviewReviewReviewThe Art of ControversyFeb 8, '08 8:40 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Reference
Author:Arthur Schopenhauer
Gila. Kemana saja selama ini saya, bisa-bisanya baru tahu ada karya bermutu dan bermanfaat seperti buku ini.

ReviewReviewThe King Of TortsFeb 1, '08 8:32 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Mystery & Thrillers
Author:John Grisham
Clay Carter II, Lulusan Georgetown Law School. Lima tahun sudah menjadi Public Defender lalu menjadi jenuh karena gaji minim, mobil tua dan kasus-kasus pembunuhan yang harus ditanganinya. Lebih jauh, ia telah ditagih untuk menikah oleh perempuan yang dipacarinya selama beberapa tahun. Calon mertua pun tak henti menekan, merendahkan dan meminta Clay keluar dari pekerjaannya sebagai Public Defender.

Kasus pembunuhan terakhir yang ditangani oleh Clay merubah hidupnya. Sebuah perusahaan Farmasi besar terkait dalam peristiwa pembunuhan itu dan beberapa pembunuhan lainnya. Berkat bantuan, Max Pace, orang yang secara misterius dikenalnya, Clay keluar dari kantor Public Defender, mendirikan law firm sendiri lalu dengan lekas menyelesaikan skema perdamaian antara perusahaan farmasi tersebut dan para keluarga korban pembunuhan.

Max Pace kembali memberikan informasi-informasi kepada Clay mengenai perusahaan-perusahaan farmasi lainnya yang menjual produk yang dapat membahayakan konsumennya. Jadilah kini Clay sebagai lawyer yang mendampingi ribuan korban dari perusahaan farmasi melalui mekanisme class action. Dengan Fee sekitar 1/3 dari ganti rugi yang diberikan kepada korban, dalam waktu singkat Clay berhasil mendapat 100 juta Dollar. Kaya mendadak, mobil baru, perempuan berjatuhan dari langit, bisa beli pesawat jet terbaru bahkan diundang ke gedung putih. Tapi tentu masalah-masalah selalu datang belakangan.

kehidupan pribadi Clay Carter II dikemas dengan sangat menarik oleh John Grisham. Tapi sayang sekali intrik-intrik yang ditampilkan dalam buku ini kurang memikat. Cerita berjalan datar-datar saja dan terlalu mudah ditebak. Cukuplah dua bintang saja.





ReviewReviewReviewReviewThe Cloak ( Nikolai Gogol)Jan 11, '08 4:45 AM
for everyone
Category:Other
Sebuah link dari seorang teman mengantarkan saya kepada sebuah cerita pendek berjudul The Cloak karya penulis Rusia, Nikolai Gogol. Nama Nikolai Gogol sungguh terasa asing untuk saya; lain halnya dengan nama-nama rusia yang telah akrab di telinga seperti : Kuprin, Bakunin, Gorki, Dostoevsky, Stalin, Lenin atau Kruschev. Jika saya tidak pernah menonton The Namesake---sebuah film yang didasarkan pada novel Jhumpa Lahiri---mungkin baru kali ini saya mengetahui tentang Nikolai Gogol.

Dalam The Cloak, Gogol bercerita tentang Akakiy Akakievitch Bashmatchkins, seorang birokrat rendahan sebuah departemen di St. Petersburg. Akakiy seseorang yang punya dedikasi dan sangat mencintai pekerjaannya sehari-hari yaitu sebagai penyalin surat. Meskipun Akakiy seorang pekerja yang baik, sebagai birokrat rendahan ia tidak mendapat penghargaan dari atasannya malah ia sering mendapat celaan dari teman-teman sekerjanya dan bergaji kecil pula.

Konflik dalam The Cloak, dimulai ketika Akakiy berusaha untuk mendapatkan mantel baru untuk menggantikan mantel lamanya yang sudah tidak layak pakai. Gogol disini dengan amat baik menceritakan semua daya upaya yang harus dilakukan oleh Akakiy---dengan bantuan Petrovich, sang penjahit---untuk memperoleh mantel baru. Mantel baru ini yang kemudian merubah kehidupan Akakiy. Ia kini dipuji oleh rekan sekerja dan bahkan diajak berpesta. Sayang kesenangan dan kebanggaan Akakiy terhadap mantel barunya hanya sekejap saja. Pulang dari pesta mantel Akakiy dirampok ditengah jalan!.

Upaya untuk mencari kembali mantel yang dirampok tersebut pun dilakukan oleh Akakiy melalui jalur birokrasi yang memiliki wewenang termasuk juga melalui ”jalur khusus”. Tapi sayang semuanya tidak membuahkan hasil. Pada bagian ini Gogol berhasil memperlihatkan sebuah kisah pertentangan antara si penindas dan si tertindas. Sebuah sejarah umat manusia. Tertekan karena upayanya yang gagal lalu terserang penyakit, Akakiy pun tewas tanpa siapapun peduli. Tapi ternyata Gogol belum rela kisah ini berakhir begitu saja.................

Simbol-Simbol yang digunakan oleh Gogol dalam The Cloak membuat cerita ini bisa menjadi multitafsir. Saya melihat The Cloak sebagai sebuah kisah tentang nilai kemanusiaan yang telah pudar dihantam oleh rezim otokrasi. Ketika kekuasaan berada dalam genggaman kuasa seseorang atau kelompok orang tertentu dan bukan dalam genggaman supremasi hukum maka orang-orang lemah dan tertindas seperti Akakiy yang tak tahu apa yang harus dilakukan ketika haknya terampas akan selalu ada. Membaca bagian-bagian The Cloak membuat saya miris tapi ada juga bagian yang membuat saya tertawa. Tertawa kecil.

ReviewReviewReviewBanjir Darah Di BorobudurDec 26, '07 12:32 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Other
Author:Asmaraman Sukowati Kho Ping Hoo
Banji Darah Di Borobudur adalah salah satu cerita silat karya sang legenda Asmaraman Sukowati Kho Ping Hoo. Pada masa jayanya dulu, sang legenda ini mampu membuat para pembaca merelakan sudut-sudut kamarnya untuk dipenuhi ratusan judul karya sang legenda tersebut.

Setting cerita Banjir Darah Di Borobudur dibangun pada masa dimana di Jawa Tengah berkuasa dua kerajaan besar yaitu kerajaan Syailendra dan kerajaan Mataram. Kerajaan Syailendra adalah kerajaan Buddha yang dipimpin oleh raja Samaratungga sementara kerajaan Mataram adalah kerajaan Hindu dengan rajanya yang terkenal yaitu, Prabu Sanjaya. Pada masa itu pula sering terjadi konflik antara pemeluk agama Hindu dan pemeluk agama Buddha. Konflik inilah yang kemudian berkembang menjadi permusuhan antara kedua kerajaan. Hanya ada satu cara untuk menyelesaikan masalah ini dan menciptakan kerukunan diantara pemeluk agama Hindu dan Buddha : Perkawinan.

Kho Ping Hoo yang dengan tangkas meracik kisah sejarah dengan unsur-unsur fiktif menjadikan cerita ini menarik untuk disimak. Gaya penuturannya yang sangat sederhana bukan merupakan kelemahan, tapi menjadi suatu daya tarik tersendiri. Alhasil, efek yang saya dapatkan : Tidak dapat berhenti membaca sebelum habis!

ReviewReviewReviewReviewReviewGloryAug 7, '07 9:05 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Other
Glory menceritakan tentang resimen kulit hitam pertama yang dibentuk di Amerika pada saat terjadi perang saudara yang dilatih oleh seorang kolonel kulit putih. Saya tidak ingin menceritakan bagian-bagian film itu disini, tapi yang jelas film ini menjadi salah satu film terbaik yang pernah saya tonton. Film ini ternyata garapan salah satu sutradara favorit saya,Edward Zwick pada tahun 1989. Anda tahu sendirilah bagaimana Edward Zwick membangun emosi jika anda sudah menyaksikan Legend of the Fall atau The Last Samurai.

ReviewReviewReviewReviewReviewFatelessJun 19, '07 12:47 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Other
Setiap peristiwa pelanggaran HAM berat baik itu genocide atau crimes against humanity akan selalu mengguncang nurani. Meskipun anda ada berada di Jakarta dan peristiwa tersebut terjadi di Johannesburg misalnya, rasa kemanusiaan anda pasti terusik dan anda akan mengutuk keras peristiwa tersebut.

Salah satu peristiwa pelanggaran HAM berat yang (mungkin) paling besar dan (pasti) paling terkenal adalah Holocaust yang dilakukan oleh Nazi Jerman pada masa perang dunia kedua. Peristiwa inilah yang mengawali kesadaran umat manusia akan pentingnya prinsip-prinsip hak asasi manusia dan penghukuman terhadap setiap pelaku pelanggaran HAM berat. Setelah peristiwa Holocaust dan kalahnya Jerman dalam perang dunia kedua , langsung dibentuk pengadilan Nuremberg untuk menghukum para pemimpin Nazi Jerman dan kolaboratornya yang berperan dalam peristiwa Holocaust. Tak lama setelah itu disusun juga Universal Declaration of Human Rights, Convention against Genocide dan instrument-instrumen internasional lainnya tentang hak asasi manusia.

Fateless menggambarkan dengan sangat baik seputar peristiwa Holocaust mulai dari diskriminasi, penutupan ruang gerak, arbitrary detention, torture, slavery,ill treatment, extrajudicial killings yang semuanya merupakan satu paket kebijakan dalam rangka genosida. Semua tindakan dan peristiwa tersebut diceritakan lewat mata Gyorgi, seorang bocah Yahudi Hungaria berusia 14 tahun yang suatu hari tertangkap lalu terpaksa berpindah-pindah dari satu kamp konsentrasi ke kamp konsentrasi lainnya.

Fateless merupakan film yang dibuat berdasarkan pada novel Imre Kertesz, pemenang nobel literatur tahun 2002. Film ini (menurut saya) hampir lebih baik dibanding Schindler 's list tapi jelas lebih baik dibanding film-film tentang genosida yang terjadi di Rwanda seperti Hotel Rwanda, Shooting dogs atau Before April, meskipun peristiwa aslinya sendiri (mungkin saja) lebih tragis dibanding Holocaust. 900.000 orang tewas hanya dalam waktu 100 hari dan itu terjadi di tahun 1994.

Menonton Fateless membuat perut saya terasa mual dan disaat yang sama air mata saya hampir saja meleleh.


ReviewReviewReviewReviewReviewJelagatakbertepi.blogspot.comJun 2, '07 10:53 AM
for everyone
Category:Other
Membacanya membuat kepala saya ingin pecah dan disaat yang sama saya merasa dangkal. Entah siapa orang-orang yang ada dibalik pseudonym yang mereka gunakan, tapi mereka sungguh keterlaluan luar biasanya.

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help