Bagi Bernard Rubens kecil, upacara Barmitzvah yang akan diselenggarakan untuknya adalah tonggak awal hidupnya apalagi mengingat dirinya yang jarang diperhatikan oleh orang lain termasuk kedua orang tuanya. Dalam angan Bernard, upacara batrmitzvah akan berjalan dengan sempurna dan menarik perhatian banyak orang untuk dirinya. Oleh tujuan itu Bernard mulai mempersiapkan upacara tersebut dengan detail mulai dari pidato, susunan tempat duduk undangan hingga masalah menu sajian.
Tapi dalam kehidupan, semua tidak selalu berjalan sebagaimana direncanakan. Begitupun dengan apa yang terjadi pada Bernard menyusul peristiwa penjualan toko ayahnya dan uang simpanan yang seluruhnya hangus terbakar. Namun masalah yang paling membuat risau Bernard adalah final piala dunia 1966 yang dilangsungkan bertepatan dengan upacara Barmitzvah. Jika Tim Nasional Inggris berhasil masuk final, dipastikan tidak akan ada yang menghadiri upacara Barmitzvah Bernard. Dengan segala daya upaya yang mampu dilakukannya, Bernard mencoba membuat Tim Nasional Inggris gagal masuk final piala dunia misalnya dengan mantera-mantera yang ditujukan kepada pelatih dan para pemain.
Sejak awal film sederhana ini sudah membuat saya tertawa terpingkal-pingkal dan juga.....sedih apalagi didukung pula dengan akting yang memikat dari para pemainnya. Selain itu ada beberapa pelajaran penting tentang hidup yang bisa diambil dari film ini.
Lantas apakah Inggris masuk final piala dunia 1966?Sebagaimana yang semua orang tahu, Inggris tak hanya masuk final, tapi juga menang 4-2 melawan Jerman Barat!!!