Perempuan malang, senja tadi ia ditelan bulat-bulat oleh pelangi. Tidak seperti malam yang senantiasa menyeret dan menerkam manusia dengan taringnya yang tajam, pelangi tak memiliki satupun taring dimulutnya yang sebesar betis langit. Bibirnya pun tak lebih tajam dari pisau tukang cukur. Maukah engkau bercukur dengan bibir pelangi?
Di dalam lambung pelangi suasana sangat ramai seperti panen raya ditengah kota. Ia melihat taman bermain dalam lambung pelangi. Ada gurita raksasa yang sedang membacakan dongeng kepada sekerumunan anak kecil. Tak lama kerumunan anak kecil itu pun tertidur pulas dalam dekapan gurita. Hanya perempuan malang itu saja yang masih terjaga. Ditelan oleh pelangi rasanya seperti meminum kopi dari serbuk kayu, terasa di perut dan matanya ada tukang kayu yang sedang sibuk menggergaji. Perempuan malang itu tersenyum. Esok ia ingin ikut bermain dengan anak-anak kecil dan mungkin ikut membantu gurita membacakan dongeng atau mungkin juga ia akan mengajarkan mereka untuk bernyanyi. Tapi bisakah gurita raksasa itu ikut bernyanyi bersama?
Perempuan malang, senja tadi pelangi memuntahkan tubuhnya dipinggiran rel kereta api. Nyaris saja tubuhnya ditelan oleh kereta api. Ada apakah didalam lambung kereta? Perempuan malang itu berpikir keras. Apakah ada gurita raksasa dan anak-anak kecil? Ataukah hanya ada perempuan-perempuan seperti dirinya yang dimuntahkan oleh pelangi lalu ditelan oleh kereta api?
Perempuan malang, setelah ditelan pelangi kulitnya tidak putih seperti dulu. Terkadang warnanya merah, terkadang kuning, hijau dan bisa juga berwarna hitam seperti gurita yang dulu ia lihat didalam lambung pelangi. Penduduk yang tinggal di sekitar pinggiran rel kereta menyebutnya perempuan pelangi. Bukan karena kulitnya yang kerap berganti warna seperti warna pelangi, tapi karena perempuan itu sering menyanyikan sebuah lagu tentang pelangi. Anak-anak kecil betah berlama-lama mendengarkan perempuan malang itu bernyanyi. Tapi bukan karena suara perempuan malang itu yang merdu. Anak-anak begitu terpaku ketika melihat dua bola mata perempuan itu. Didalamnya ada gurita raksasa yang sedang mendongeng.
Apakah gurita raksasa ikut bernyanyi bersama?
Pelangi..pelangi...alangkah indahmu...*im sick..whatever...
pic taken from : flickr.com/photos/jerikojosh/234415273/